http://img.bisnis.com/thumb/posts/2017/07/13/671149/130703_bri%20syariahok.jpg?w=600&h=400

 

Bisnis.com, JAKARTA – PT BRI Syariah menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan sebanyak 6.000 unit dengan nilai Rp580 miliar pada tahun ini.

Salah satu strateginya lewat acara perumahan rakyat 2017 di Pekanbaru, riau. Acara hasil kerja sama dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu, perseroan telah menggandeng sekitar 40 pengembang properti untuk ikut menyukseskan program 1 juta rumah.

Direktur Bisnis Ritel dan Komersial BRI Syariah Indra Praseno mengatakan, dengan uang muka kredit sekitar 1%, kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini bisa menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

“Apalagi, masyarakat juga akan menikmati cicilan bulanan yang tetap dengan nilai yang murah sampai lunas 15 tahun ke depan. Masyarakat bisa tenang dengan ciilan per bulan yang tidak akan naik walaupun harga rumah terus naik,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (13/7).

BRISyariah memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah dengan memberikan margin/suku bunga yang sangat ringan yaitu 5%, angsuran tetap sampai dengan masa pembiayaan, bebas PPN, bebas asuransi, dan lain sebagainya.

Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. itu pun sudah menyalurkan KPR FLPP sebanyak 11.600 unit rumah sederhana di seluruh Indonesia dengan nilai sekitar Rp1 triliun. Perseroan juga menjadi bank dengan urutan kedua terbesar untuk pembiayaan KPR FLPP sampai saat ini.