REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Sejak dua tahun lalu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah mewajibkan karyawannya menyisihkan pendapatannya sebesar 2,5 persen, guna disalurkan pada lembaga zakat. Kebijakan itu membuat BRI Syariah menjadi pionir.

Direktur BRI Syariah, Ari Purwadono mengatakan, sejak awal berdiri pihaknya memang berencana menerapkan kebijakan itu. Namun, saat itu kebijakan tersebut belum memungkinkan. Jadi, kewajiban zakat baru diberlakukan sejak 2012.