FAQ BRISyariah

1. Segmen mana yang sebenarnya dibidik oleh BRISyariah, dalam upaya penggalangan DPK?

Kami adalah bank yang berkonsentrasi pada segmen ritel menengah bawah dalam memberikan servis keuangan dan layanan perbankan kami. Jadi konsentrasi  di segmen inilah kami memberikan semua hal yang terbaik dari produk-produk kami. Dari penggalangan DPK, kami mengandalkan TABUNGAN BRISyariah iB sebagai backbone kami. Dengan hanya setoran awal Rp 50 ribu, nasabah kami bisa mendapatkan semua layanan perbankan kami.  Angka ini tentu saja tidak memberatkan nasabah kami.  

Dengan mengkomunikasikan nilai-nilai inklusif dalam memberikan layanan dan jasa perbankan, BRISyariah berkiblat pada hukum hukum perbankan syariah dalam memberikan layanan perbankan kepada siapa saja tanpa memperhatikan SARA. 

2. Pada segmen ritel, porsi mana yang sampai saat ini menduduki peringkat tertinggi dalam pengumpulan volume Tabungan BRISyariah iB? 

Dari data yang kami miliki, nasabah kami memang sesuai dengan target misi dan visi BRISyariah. Dari data TABUNGAN BRISyariah iB, porsi terbesar diduduki oleh nasabah dengan jumlah tabungan (SRH) antara Ro 1 juta – Rp 10 juta.  Porsi ini menduduki lebih dari 50% total nasabah kami

3. Apa saja strategi yang diimplementasikan BRISyariah dalam rangka menjalankan promosi peningkatan Tabungan BRISyariah iB?

Selain menciptakan produk tabungan yang kompetitif, kami juga menjalankan strategi promosi yang holistik. Kami tidak hanya mengandalkan nasabah datang ke kantor kami, tapi kami juga melakukan upaya jemput bola dengan mengadakan event-event direct sale yang langsung berpengaruh terhadap pencapaian DPK kami.  Support kantor pusat berupa strategi promosi baik yang kami canangkan di media elektronik TV, kami  juga menggunakan media alternatif yang sangat efektif bagi promosi kami yang sekarang juga gencar dilakukan: social media. Melalui pendekatan yang holistik ini, kami yakin target yang telah kami canangkan, Insya Allah dapat kami raih. 

4. Sebagai bank yang beroperasi kurang dari 3 tahun, apa saja pencapaian BRISyariah yang dapat mendukung performa bisnis BRISyariah?

Dengan waktu kurang dari 3 tahun, kami bangga dengan pencapaian kami. Dari segi awareness, lebih dari  80%, masyarakat telah aware akan kehadiran BRISyariah, dan kami berhasil menduduki peringkat 4 besar perbankan syariah dalam waktu singkat. Dari segi pertumbuhan DPK pun kami sangat signifikan, demikian juga dengan produk-produk pembiayaan kami. Hal ini dikarenakan produk-produk kami memang mempunyai competitiveness yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.  Kami akan terus berupaya untuk membuat produk-produk yang dapat memberikan kepuasan nasabah.

5. Kenapa BRISyariah memilih emas sebagai strategi pencapaian target Tabungan BRISyariah iB?

Emas merupakan satu instrumen yang mempunyai nilai investasi sekaligus sangat likuid. Jadi kami tidak memberikan hadiah yang sifatnya konsumtif akan tetapi kami justru memiliki sebuah celah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya simpanan dan lindung nilai. Sebenarnya yang kami lakukan adalah mengingatkan kembali, bahwa orang tua kita juga pernah menasehati anak-anaknya untuk menabung dengan instrumen emas. Ini adalah alasan rasional sekaligus emosional yang kami ambil dari kultur masyarakat kita. 

6. Di sisi lain, emas sebagai instrumen investasi, apa saja yang diprediksi sebagai hal-hal yang perlu disikapi oleh konsumen?

Yang perlu disikapi adalah berinvestasi dengan emas dengan semangat menabung untuk kepentingan masa depan. Jadi, tidak untuk hal hal yang sifatnya spekulatif. Naik turunnya emas, selayaknya tidak disikapi dengan sebuah tindakan yang jangka pendek. Menabung dengan emas dan menabung berhadiah emas di BRISyariah, dapat diterima oleh masyarakat sebagai tindakan rasional berdampak jangka panjang, pada kebutuhan finansial masa depan. 

7. Dengan adanya krisis di negara2 penghasil minyak sekarang ini, bagaimana BRISyariah membuat prediksi nilai emas jika dikaitkan dengan investasi?

Dengan terjadinya krisis di negara-negara penghasil minyak, akan terjadi kenaikan harga minyak. Yang diprediksikan akan terjadi adalah terjadinya pergeseran trend dari investasi pada mata uang USD ke logam mulia emas.  Sehingga nilai emas akan stabil naik. 

8. Jika nilai emas turun atau naik, sebenarnya trend apa yang diperkirakan terjadi? Apakah ini bersifat global atau nasional? 

Trend  ini sebetulnya bersifat global. Yang perlu ditekankan di sini adalah harga emas bisa diprediksikan naik atau sebaliknya; akan tetapi perlindungan nilai terhadap purchasing power parity-nya tetap.

9. Sehubungan dengan pemberian hadiah berupa emas, sebenarnya ini juga sama dengan undian berhadiah? 

Sebenarnya ada perbedaan yang mendasar dari kata “hadiah” dan “undian” terutama dalam konteks Good Governance secara syariah. Pada konteks “hadiah”, kami sebagai bank penyelenggara promosi Hujan Emas Tabungan BRISyariah, kami telah “menyediakan” hadiah tersebut yang kami sisihkan dari keuntungan kami yang mengacu pada sistem bagi hasil.  Ini tentu saja kami sisihkan sesuai dengan kebijakan bank kami. Dan proses pembagiannya, dan untuk kepentingan transparansi, kami melakukan pemilihan pemenang secara acak sesuai dengan nomor account nasabah kami. Dan ini berlaku sama rata di seluruh Indonesia. 

10. Bukankah undian itu dilarang dalam konteks perbankan syariah, karena ada isu resiko dan “judi”?

Betul, menurut kaidah perbankan syariah, setiap investasi ataupun kegiatan perbankan ataupun keuangan  yang mengandung resiko tinggi  tidak diperkenankan dalam kerangka hukum syariah. Ada perbedaan mendasar antara  judi  dan pemberian hadiah sebagai dasar pemikiran strategi pemberian hadiah pada nasabah. 

Judi: 

Peserta yang menyetorkan sebagian dari kepemilikannya untuk mendapat gain yang lebih besar. Ada elemen ketidak pastian dan unsur kerugian yang mungkin akan diterima oleh peserta.

Hadiah:

Salah satu pihak menyediakan sebagian dari kepemilikannya kepada pihak yang lain. Ini tentu saja, disesuaikan dengan kemampuan pihak tersebut.  Dalam hukum syariah, hadiah bersifat halal diberikan apabila tidak merugikan atau memberi beban pada salah satu pihak.  Hadiah tersebut selayaknya tidak bersifat maysir  yaitu transaksi yang digantungkan pada sesuatu yang keadaan yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan. Landasan ini kami petik dari Hadits Nabi Muhammad SAW “saling berhadiahlah kalian dan saling menyayangilah”

Hadiah emas promo Hujan Emas Tabungan BRISyariah iB: 

Pemberian hadiah yang kami lakukan merupakan apresiasi kami terhadap nasabah BRISyariah.  Hadiah ini kami dapatkan dari porsi keuntungan kami sebagai bank. Sebelum merilis promo ini pun kami telah mendapat restu dari Dewan Pengawas Syariah kami untuk menghindari elemen elemen yang tidak diperkenankan dalam perbankan syariah.  Oleh karena pemberian hadiah ini merupakan apresiasi, kami melakukan pemilihan pemenang secara acak. Hal ini dilandasi sebuah pemikiran karena kami belum mampu memberikan hadiah kepada seluruh nasabah kami, untuk fairness kami lakukan pemilihan tersebut. Dengan demikian pajak yang terkait dengan hadiah tersebut pun kami sebut sebagai pajak hadiah dan bukan pajak undian. 

11. Sampai seberapa lama program Hujan Emas BRISyariah ini akan dijalankan?

Program Hujan Emas ini telah kami patenkan, sehingga kami akan secara terus menerus akan menjalankan program ini sebagai bagian dari promosi Tabungan BRISyariah iB secara masif. 

12. Bagaimana dengan strategi produk lainnya? Apakah produk-produk ini juga  mempunyai strategi yang sama dengan Tabungan?

Tiap produk yang akan diluncurkan akan mempunyai strategi dan pendekatan terhadap nasabah dengan caranya masing-masing yang pastinya sesuai dengan misi & visi serta target Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui oleh Board of Director, Board of Commisioners. 

13. Apa strategi bisnis BRISyariah tahun 2011?

Strategi bisnis BRISyariah kami canangkan mulai 2010 – 2014 yang dibagi menjadi 3 bagian: Conventional business, Growth Business, dan Innovative Business

14. Bagaimana pandangan BRISyariah dengan bermunculannya bank-bank syariah asing? 

Kami menyikapi hal ini sebagai suatu trend yang sangat positif karena pengenalan terhadap konsep perbankan syariah bisa secara massive dilakukan. Akan tetapi, untuk memberikan lingkungan positif terhadap perbankan syariah nasional, kami rasa perlu adanya pembatasan yang fair terhadap masuknya bank-bank syariah asing. 

15. Seberapa kuat dan siapnya bank-bank syariah di Indonesia berkompetisi dengan bank-bank konvensional? 

Bank-bank syariah selayaknya dan seharusnya menjadi main-stream bank yang setara dengan bank-bank konvensional lainnya. Arah ke sana sudah mulai terlihat dengan pertumbuhan yang cepat dari segi produk dan layanan bank-bank syariah. Kami memandang dengan positif, perbankan syariah akan cukup kuat untuk disejajarkan dengan bank-bank konvensional dalam waktu yang lebih cepat.